Kamis, 10 April 2014

I Love the Lake Because of You

Diposting oleh Unknown di 22.03

Saat itu aku berjalan-jalan bersama teman-temanku, dan pada saat itu juga kekasih hatiku ikut bersamaku.
Malam yang sangat menyenangkan, tak lama kekasihku dan temannya mengajakku ke suatu tempat.
“kau ingin membawaku kemana?” menatapnya.
“suatu tempat yaang indah”
“kenapa kau mengajak temanmu juga?”
“dia yang mengetahui tempat itu, aku sudah lupa arahnya” tawanya terkekeh.
***
sesampainya di tempat yang dia maksud, aku memandang tempat itu biasa saja, danau yang gelap, ditaburi oleh sejuta kunang-kunang yang berterbangan di atas danau.
“indah bukan?” seraya merangkulku.
aku meliriknya dengan tatapan hampa, apa yang kau bilang indah itu? Aku tak melihat sesuatu yang indah disini, gumamku dalam hati.
“hmmm... kau tak menyukainya?” menatapku dalam, sepertinya dia tahu akan tatapanku.
dengan bodohnya aku bilang “ apa yang indah?”
dia sedikit terpaku saat aku bertanya seperti itu, “..... danau yang di terangi banyak kunang-kunang” ketusnya.
“sangat biasa saja” aku kembali melirik danau itu.
“hahahaha, maafkan aku, aku tak bisa membawamu ke  hal yang indah bagimu” wajahnya sangat hawatir sekali, ya Tuhan aku bodoh sekali, kenapa aku selalu membuatnya kecewa padaku.
“ng... ini cukup menyenangkan bagiku, dan menarik”  ucapku mencoba membuatnya kembali tersenyum.
tapi apa?! Dia sudah benar-benar kecewa sekali padaku, dia menarik tanganku.
“pulang saja, aku tak ingin kau sakit besok, ini sudah sangat malam untukmu”
aku menahan langkahku, agar dia berhenti “ tapi...”
“kenapa? Kau pusing?” menoleh ke arahku yang ada di belakangnya.
“maafkan aku, kau pasti sangat kecewa padaku”
dia menoleh padaku, lalu tersenyum mendengar perkataanku “ayo kita pulang, lupakan hal ini”
***keesokanharinya***
kejadian semalam membuatku tak ingin menemuinya, aku hanya bisa duduk di bangkuku, ini memang tidak biasanya aku diam dikelas saat jam istirahat.
tiba-tiba dia datang dan duduk di sebelahku, dia menyapaku dengan senyuman hangatnya.
“bagaimana tidurmu tadi malam, nyenyak?”
“tidak, aku memikirkanmu”  tak melirik ke arahnya.
“hahaha wajar saja orang tampan sepertiku tak bisa jika tidak dipikirkan” ketusnya, seraya merangkulku.
aku meliriknya dengan respon menggelikan, lalu aku tertawa, “nanti sore, kau bisa menjemputku?”
“tentu saja permaisuriku” godanya, “kau ingin kemana?” lanjutnya seraya mengelus rambutku.
“ke danau yang tadi malam” ucapku seraya tersenyum, kulihat raut wajahnya berubah menjadi kaku, apa aku salah lagi? Oh Tuhan, kumohon, benarkanlah aku.
“untuk apa?” tanyanya.
“aku ingin melihatnya pada sore hari” ucapku tersenyum.
pada saat itu, kekasihku memelukku dengan erat, aku benar-benar senang dengan responnya yang membuatku semakin sayang kepadanya.
*******
jika memang ini jalan yang di berikan Tuhan, aku terima.
aku kembali menatap danau yang di penuhi cahaya-cahaya lilin yang  membentuk nama kekasihku, kunang-kunang yang biasanya menemani danau yang gelap, kini hilang tak tersisa satupun.
aku duduk di tepi danu dengan memeluk kedua lututku, aku bagaikan danau itu sekarang, kekasihku pergi meninggalkanku di malam yang sunyi ini, di dalam angin yang tidak baik untukku, aku ingin dia tahu bahwa , sekarang aku menyukai danau ini karenanya.
sebuah truk besar yang melindas kekasihku, membuatku benci akan kehidupan di jalanan.
ya Tuhan, aku tak tahu harus melakukan apalagi selain menunggu ajal menjemputku, aku tak bisa hidup tanpanya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Welocome Guys Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei